• Selamat Datang di GRC BANGUN PERSADA

  • GRC BANGUN PERSADA

  • Arsip

  • Pemasangan Kubah GRC

  • Mei 2016
    S S R K J S M
    « Des    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Hubungi kami

    Office :

    Jl. Nagrak No 30 Cisarua Nagrak – Sukabumi
    43356

    Tlp/Fax: 0266 – 6540698

    Mobile : 087720712487

    Email : grcbangunpersada@yahoo.com
    arch_doddy@yahoo.com

  • >>>>>>GBP

  • Grc Menara

  • Meta

  • Blog Stats Grc Bangun Persada

    • 256,578 hits

FUNGSI DAN PERAN MASJID

FUNGSI DAN PERAN MASJID
 
Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.  (QS 9:18, At Taubah)

PENGERTIAN MASJID

Masjid berarti tempat untuk bersujud. Secara terminologis diartikan sebagai tempat beribadah umat Islam, khususnya dalam menegakkan shalat. Masjid sering disebut Baitullah (rumah Allah), yaitu bangunan yang didirikan sebagai sarana mengabdi kepada Allah. Pada waktu hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani shahabat beliau, Abu Bakar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati daerah Quba di sana beliau mendirikan Masjid pertama sejak masa kenabiannya, yaitu Masjid Quba (QS 9:108, At Taubah). Setelah di Madinah Rasulullah juga mendirikan Masjid, tempat umat Islam melaksanakan shalat berjama’ah dan melaksanakan aktivitas sosial lainnya. Pada perkembangannya disebut dengan Masjid Nabawi.

Fungsi Masjid paling utama adalah sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat berjama’ah. Kalau kita perhatikan, shalat berjama’ah adalah merupakan salah satu ajaran Islam yang pokok, sunnah Nabi dalam pengertian muhaditsin, bukan fuqaha, yang bermakna perbuatan yang selalu dikerjakan beliau. Ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang shalat berjama’ah merupakan perintah yang benar-benar ditekankan kepada kaum muslimin.

Abdullah Ibn Mas’ud r.a. berkata: “Saya melihat semua kami (para shahabat) menghadiri jama’ah. Tiada yang ketinggalan menghadiri jama’ah, selain dari orang-orang munafiq yang telah nyata kemunafiqannya, dan sungguhlah sekarang di bawa ke Masjid dipegang lengannya oleh dua orang, seorang sebelah kanan, seorang sebelah kiri, sehingga didirikannya ke dalam shaff.” (HR: Al Jamaah selain Bukhory dan Turmudzy).
Ibnu Umar r.a. berkata: “Bersabdalah Rasulullah s.a.w.: “Shalat berjama’ah melebihi shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajad.” (HR: Bukhory dan Muslim).
Sebenarnya, inti dari memakmurkan Masjid adalah menegakkan shalat berjama’ah, yang merupakan salah satu syi’ar Islam terbesar. Sementara yang lain adalah pengembangannya. Shalat berjama’ah merupakan indikator utama keberhasilan kita dalam memakmurkan Masjid. Jadi keberhasilan dan kekurang-berhasilan kita dalam memakmurkan Masjid dapat diukur dengan seberapa jauh antusias umat dalam menegakkan shalat berjama’ah.
Meskipun fungsi utamanya sebagai tempat menegakkan shalat, namun Masjid bukanlah hanya tempat untuk melaksanakan shalat saja. Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, selain dipergunakan untuk shalat, berdzikir dan beri’tikaf, Masjid bisa dipergunakan untuk kepentingan sosial. Misalnya, sebagai tempat belajar dan mengajarkan kebajikan (menuntut ilmu), merawat orang sakit, menyelesaikan hukum li’an dan lain sebagainya.
Dalam perjalanan sejarahnya, Masjid telah mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bentuk bangunan maupun fungsi dan perannya. Hampir dapat dikatakan, dimana ada komunitas muslim di situ ada Masjid. Memang umat Islam tidak bisa terlepas dari Masjid. Disamping menjadi tempat beribadah, Masjid telah menjadi sarana berkumpul, menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat da’wah dan lain sebagainya.
Banyak Masjid didirikan umat Islam, baik Masjid umum, Masjid Sekolah, Masjid Kantor, Masjid Kampus maupun yang lainnya. Masjid didirikan untuk memenuhi hajat umat, khususnya kebutuhan spiritual, guna mendekatkan diri kepada Pencipta-nya. Tunduk dan patuh mengabdi kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Masjid menjadi tambatan hati, pelabuhan pengembaraan hidup dan energi kehidupan umat.

Utsman Ibn ‘Affan r.a. berkata: “Rasul s.a.w. bersabda: Barangsiapa mendirikan karena Allah suatu Masjid, niscaya Allah mendirikan untuknya seperti yang ia telah dirikan itu di Syurga.” (HR: Bukhori & Muslim).

BEBERAPA FUNGSI DAN PERAN MASJID

Masjid memiliki fungsi dan peran yang dominan dalam kehidupan umat Islam, beberapa di antaranya adalah:

1. Sebagai tempat beribadah

Sesuai dengan namanya Masjid adalah tempat sujud, maka fungsi utamanya adalah sebagai tempat ibadah shalat. Sebagaimana diketahui bahwa makna ibadah di dalam Islam adalah luas menyangkut segala aktivitas kehidupan yang ditujukan untuk memperoleh ridla Allah, maka fungsi Masjid disamping sebagai tempat shalat juga sebagai tempat beribadah secara luas sesuai dengan ajaran Islam.

2. Sebagai tempat menuntut ilmu

Masjid berfungsi sebagai tempat untuk belajar mengajar, khususnya ilmu agama yang merupakan fardlu ‘ain bagi umat Islam. Disamping itu juga ilmu-ilmu lain, baik ilmu alam, sosial, humaniora, keterampilan dan lain sebagainya dapat diajarkan di Masjid.

3. Sebagai tempat pembinaan jama’ah

Dengan adanya umat Islam di sekitarnya, Masjid berperan dalam mengkoordinir mereka guna menyatukan potensi dan kepemimpinan umat. Selanjutnya umat yang terkoordinir secara rapi dalam organisasi Ta’mir Masjid dibina keimanan, ketaqwaan, ukhuwah imaniyah dan da’wah islamiyahnya. Sehingga Masjid menjadi basis umat Islam yang kokoh.

4. Sebagai pusat da’wah dan kebudayaan Islam

Masjid merupakan jantung kehidupan umat Islam yang selalu berdenyut untuk menyebarluaskan da’wah islamiyah dan budaya islami. Di Masjid pula direncanakan, diorganisasi, dikaji, dilaksanakan dan dikembangkan da’wah dan kebudayaan Islam yang menyahuti kebutuhan masyarakat. Karena itu Masjid, berperan sebagai sentra aktivitas da’wah dan kebudayaan.

5. Sebagai pusat kaderisasi umat

Sebagai tempat pembinaan jama’ah dan kepemimpinan umat, Masjid memerlukan aktivis yang berjuang menegakkan Islam secara istiqamah dan berkesinambungan. Patah tumbuh hilang berganti. Karena itu pembinaan kader perlu dipersiapkan dan dipusatkan di Masjid sejak mereka masih kecil sampai dewasa. Di antaranya dengan Taman Pendidikan Al Quraan (TPA), Remaja Masjid maupun Ta’mir Masjid beserta kegiatannya.

6. Sebagai basis Kebangkitan Umat Islam

Abad ke-lima belas Hijriyah ini telah dicanangkan umat Islam sebagai abad kebangkitan Islam. Umat Islam yang sekian lama tertidur dan tertinggal dalam percaturan peradaban dunia berusaha untuk bangkit dengan berlandaskan nilai-nilai agamanya. Islam dikaji dan ditelaah dari berbagai aspek, baik ideologi, hukum, ekonomi, politik, budaya, sosial dan lain sebagainya. Setelah itu dicoba untuk diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan riil umat. Menafasi kehidupan dunia ini dengan nilai-nilai Islam. Proses islamisasi dalam segala aspek kehidupan secara arif bijaksana digulirkan.
Umat Islam berusaha untuk bangkit. Kebangkitan ini memerlukan peran Masjid sebagai basis perjuangan. Kebangkitan berawal dari Masjid menuju masyarakat secara luas. Karena itu upaya aktualisasi fungsi dan peran Masjid pada abad lima belas Hijriyah adalah sangat mendesak (urgent) dilakukan umat Islam. Back to basic, Back to Masjid.

Design Masjid AL ITTIHAD – CIBUBUR

DESAIN ARSITEKTUR

MASJID AL ITTIHAD – KOTA LEGENDA WISATA – CIBUBUR

Masjid Al Ittihad - Kota Legenda Wisata - Cibubur Dibangun dengan Konsep Arsitektur Kolaborasi Desain Modern dan Desain Islami Timur Tengah dengan ukuran luas bangunan 49 x 38 m dengan struktur bangunan 2 lantai, memiliki 1 Kubah Utama dengan Diameter 15 meter , 2 Kubah Anak Diameter 4 meter dan 2 Menara setinggi 24,5 meter

Masjid Al Ittihad – Kota Legenda Wisata – Cibubur
Dibangun dengan Konsep Arsitektur Kolaborasi Desain Modern dan Desain Islami Timur Tengah dengan ukuran luas bangunan 49 x 38 m dengan struktur bangunan 2 lantai, memiliki 1 Kubah Utama dengan Diameter 15 meter , 2 Kubah Anak Diameter 4 meter dan 2 Menara setinggi 24,5 meter

MASJID NURUL ITTIHAD – MAROS – MAKASSAR

GRC BANGUN PERSADA

Bangunan Masjid NURUL ITTIHAD – MAROS – MAKASSAR, Pemakaian Aplikasi Bahan Finishing seperti Kubah, Menara, Clading Selasar serta Cover Kolom memakai bahan GRC Cetak.

Design Masjid Al Mujahidin – Bojonglongok – Parakansalak – Sukabumi

GRC ORNAMEN

Renovasi Bangunan Masjid Al Mujahidin – Bojonglongok – Parkansalak – Sukabumi.
Pemakaian Aplikasi Bahan Finishing seperti Kubah, Menara, Clading Selasar serta Cover Kolom memakai bahan GRC Cetak.

GRC KUBAH, MENARA DAN LOSTER MASJID PLN RANCAEKEK – BANDUNG

GRC KUBAH, MENARA DAN LOSTER MASJID PLN RANCAEKEK - BANDUNG

KARAKTERISTIK DAN KEUNGGULAN GRC
Mudah diaplikasikan serta mampu membentuk detail yang rumit sehingga sangat memudahkan para arsitek dan perancang untuk berkreasi dengan bahan ini.
Bentuk tipis serta pemasangan yang mudah sehingga mengurangi biaya pengangkutan dan pemasangan.
Bobotnya yang ringan akan mengurangi biaya struktur dan pondasi.
Tahan cuaca, tahan api, tahan korosi, tidak berjamur dan anti rayap serta tahan abrasi.
Tidak terpengaruh sinar Ultra Violet.
Tidak mengandung asbestos.
Biaya perawatan yang rendah.
Mudah dicat.
SISTEM PEMASANGAN GRC
Kemudahan pemasangan adalah hal yang penting dari GRC. Umumnya rangka besi penahan beban dapat dipasang terlebih dahulu, kemudian panel-panel GRC yang telah dilengkapi fitting- fitting dipasangkan pada rangka besi tersebut. Sistem pemasangan lainnya; Menggunakan rangka Stud Frame Langsung dipasang dengan Dynabolt ke beton Bisa dibentuk langsung dilapangan. Sambungan antar panel menggunakan flexible joint sealant.

GRC KUBAH DAN MENARA MASJID DAARUL HABIB

Kubah dan Menara Masjid Pondok Pesantren Daaarul Habib mengunakan spesifikasi matrial beton cetak atau GRC ( Glasfiber Reinforced Cement ), mudah di aplikasikan serta mempunyai nilai seni arsitektur tersendiri selain ke menambah keindahan bangunan tersebut juga mempunyai bobot yang ringan pada struktur.

Kubah dan Menara Masjid Pondok Pesantren Daaarul Habib mengunakan spesifikasi matrial beton cetak atau GRC (Glasfiber Reinforced Cement), Karna mudah di aplikasikan serta mempunyai nilai seni arsitektur tersendiri selain menambah keindahan bangunan tersebut juga mempunyai bobot yang ringan pada struktur.

Proses Finishing Kubah dan Menara Masjid Daarul Habib.

KUBAH GRC MASJID BAITUL MUTTAQIN

KUBAH GRC MASJID BAITUL MUTTAQIN

KARAKTERISTIK DAN KEUNGGULAN GRC

Mudah diaplikasikan serta mampu membentuk detail yang rumit sehingga sangat memudahkan para arsitek dan perancang untuk berkreasi dengan bahan ini.
Bentuk tipis serta pemasangan yang mudah sehingga mengurangi biaya pengangkutan dan pemasangan.
Bobotnya yang ringan akan mengurangi biaya struktur dan pondasi.
Tahan cuaca, tahan api, tahan korosi, tidak berjamur dan anti rayap serta tahan abrasi.
Tidak terpengaruh sinar Ultra Violet.
Tidak mengandung asbestos.
Biaya perawatan yang rendah.
Mudah dicat.

SISTEM PEMASANGAN GRC

Kemudahan pemasangan adalah hal yang penting dari GRC. Umumnya rangka besi penahan beban dapat dipasang terlebih dahulu, kemudian panel-panel GRC yang telah dilengkapi fitting- fitting dipasangkan pada rangka besi tersebut. Sistem pemasangan lainnya; Menggunakan rangka Stud Frame Langsung dipasang dengan Dynabolt ke beton Bisa dibentuk langsung dilapangan. Sambungan antar panel menggunakan flexible joint sealant.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.533 pengikut lainnya